Jumat, 22 Mei 2015

Tugas dan fungsi Bhabinkamtibmas




Ponorogo – Dalam rangka meningkatkan pelayanan Polri pada umumnya dan Polres Ponorogo pada khususnya.  Polres Ponorogo Semakin mendekatkan diri dengan seluruh elemen masyarakat dan seluruh status sosial di masyarakat .
Sesuai dengan Kebijakan Kapolri dan Perintah dari Kapolda Jatim yang di teruskan Kapolres Ponorogo AKBP Ricky Purnama, S.I.K, M.H. ke jajaran yang mengedepankan Bhabinkamtibmas dan kemudian di bungkus dalam wadah silaturohmi Kapolsek bersama Bahabinkatibmas di setiap desa di wailayah Polsek Masing- masing  maka kita bisa meninjau Sejauh mana peranan Babinkamtibmas dalam meningkatkan pelayanan masyarakat”. Dengan beberapa pokok persoalan sebagai berikut antara lain :
Apa saja peran Babinkamtibmas itu ?.... Bagaimana pemahaman masyarakat tentang peran Babinkamtib? ..... Bagaimana pemahaman masyarakat tentang tugas Babinkamtibmas ? Babinkamtibmas adalah Bintara Pembina Keamanan dan Ketertiban masyarakat yang berperan aktif dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat serta langsung bersentuhan dengan aktifitas Masyarakat yang menjadi binaannya tersebut .



Sedangkan Tujuan dari kegiatan yang dilakukan oleh Babinkamtibmas untuk mewujudnya situasi kamtibmas yang mantap dan dinamis dalam rangka mengamankan dan mensukseskan pembangunan Nasional ini. Sedangkan yang dimaksud dengan kamtibmas adalah suatu keadaan kondisi dinamis di masyarakat yang ditandai terjaminnya ketertiban dan tegaknya hukum serta terbinanya ketentraman yang mengandung kemampuan membina serta mengembangkan potensi dan kekuatan masyarakat dalam menangkal, mencegah dan menanggulangi segala bentuk pelanggaran hukum dan bentuk-bentuk gangguan lainnya yang dapat meresahkan masyarakat, yang merupakan salah satu prasyarat unsur terselenggaranya proses pembangunan nasional.
Salah satu tugas lain yang menjadi tanggung jawab Bahabinkamtibmas adalah memberikan pernyuluhan hukum dan sosialisasi kepada warga yang menjadi tanggung jawabnya atau yang menjadi binaan dan hal tersebut  Dilakukan kepada masyarakat dengan tujuan agar masyarakat mendapat informasi yang jelas serta lebih memahami tentang hukum yang berlaku, sehingga diharapkan masyarakat mau dan mampu untuk mematuhi segala ketentuan yang berlaku.



 Pemberian informasi tentang pelaksanaan tugas polri
       Pemberian informasi yang jelas kepada masyarakat tentang tugas-tugas polri, akan dapat membuka cakrawala pandang masyarakat tentang polri, baik tugas, tanggung jawab, wewenang dan segala keberadaannya. Dengan demikian masyarakat akan lebih obyektif dalam menilai kinerja polri di lapangan, serta mengurangi citra buruk polri di mata masyarakat.
       Informasi tentang polri ini, akan dapat membuka mata masyarakat betapa berat dan sulitnya tugas yang harus diemban serta pentingnya peran serta dari masyarakat dalam mendukung pelaksanaan tugas polri dalam mewujudkan kamtibmas.
 Preventif


      Sebagai pelayan,pelindung dan pengayom masyarakat, maka polri harus berusaha mewujudkan situasi aman dan tertib dalam masyarakat. Untuk itu polri perlu melakukan upaya-upaya pencegahan terhadap kemungkinan timbulnya gangguan kamtibmas, sehingga masyarakat dapat merasa aman dan terayomi.
      Kegiatan yang dilakukan dalam upaya preventif oleh polri adalah berupa kegiatan pengaturan, penjagaan, pengawalan dan patroli, disamping itu juga kegiatan diteksi dini terhadap kemungkinan munculnya gangguan kamtibmas.
      Selain kegiatan tersebut di atas, polri juga perlu memberikan pemahaman yang baik tentang pentingnya peran serta masyarakat dalam turut menciptakan situasi kamtibmas di wilayahnya, yaitu dengan pelaksanaan siskamswakarsa atau sistim keamanan lingkungan dan diharapkan masyarakat mau untuk turut serta melakukan upaya pencegahan di wilayahnya bersama-sama dengan polri.


  Represif
      Apabila pelaksanaan tugas berupa kegiatan preemtif, preventif telah dilakukan dengan baik, diharapkan masyarakat telah dapat mengerti tentang hukum, kepolisian dan pentingnya peran serta masyarakat untuk turut serta dalam upaya menciptakan kamtibmas di wilayahnya.
      Langkah berikutnya adalah pelaksanaan tindakan represif terhadap setiap pelanggaran yang timbul secara tegas, agar masyarakat mengetahui bahwa setiap tindakan yang melanggar ketentuan perundang-undangan akan mendapat sanksi. Dengan demikian diharapkan masyarakat akan semakin mengerti tentang pentingnya mematuhi peraturan yang berlaku dan menimbulkan efek jera bagi setiap pelanggar hukum. (diolah dari berbagai sumber)

Kamis, 21 Mei 2015

Aksi Demonstrasi warnai peringatn Harkitnas

 


Ponorogo - Demonstasi yang dilakukan oleh HMI dan IMM yang terbagi dalam dua hari ini mulai dari tanggal 20 Mei 2015 sekitar Pukul 09.00 Wib dilakukan oleh Mahasiswa HMI sekitar 30 mahasiswa yang melakukan Long March dari sekertariat HMI ke DPRD TK II dan Hari Ini tanggal 21 Mei 2015  Oleh mahasiswa IMM di depan Gedung DPRD TK II Kabupaten Ponorogo mendapatkan pengawalan ketat petugas kepolisian Polres Ponorogo dan dalam rangka memberikan pelayanan Pengamanan kepada pengunjuk rasa dan masyarakat Polres Ponorogo mengerahkan sekitar 100 Personil Polres Ponorogo baik yang berpakian Dinas ataupun yang Preman atau pengamanan tertutup.



"Kami menyiapkan 100 personel untuk pengamanan Selama 2 hari ini mulai tanggal 20 s/d 21 Mei 2015 dalam peringatan Harkitnas, sebagai antisipasi dan pengamanan pelaksanaan Unjuk Rasa sehingga Kegiatan Unjuk Rasa tersebut Lancar dan masyarakat yang melaksanakan kegiatan pada hari ini juga merasa aman dan nyaman “  Kata Kapolres  Ponorogo AKBP Ricky Purnama, S.I.K, M.H yang di dampingi Kabag Ops Polres Ponorogo Kompol Drs. Eko Condro W .


Dalam orasinya, demonstran menyerukan  mengkritisi Kebijakan Pemerintah Pusat maupun pemerintah Daerah. Ramgkaian kegiatan Unjuk Rasa berlangsung aman lancar dan terkendali  dan peserta unjuk rasa kembali ke sekertariat di antar dengan truk Dalmas yang terus mengawal rangkaian unjuk rasa tersebut.

Selasa, 19 Mei 2015

103 Personil Polres Ponorogo ujian Bela diri



Ponorogo  – Bagian Sumber Daya (Sumda) Polres Ponorogo hari ( Selasa) tanggal 19 Mei 2015 menggelar ujian beladiri Polri usul kenaikan pangkat (UKP) di Dojo Bhayangkara Polres Ponorogo .
Kapolres AKBP Ricky Purnama menyatakan, kegiatan tersebut diikuti 103 personel yang sedang diusulkan kenaikan pangkatnya periode 1 Januari 2016. ”Jenjang kenaikan pangkat yang diusulkan pada periode 1 Januari 2016 tersebut mulai dari Bripda ke Briptu s/d Aipda ke Aiptu ,” papar Kapolres Ponorogo AKBP Ricky Purnama di sela-sela pemantauan Ujian Bela diri untuk kenaikan Pangkat hari ini.



Ujian beladiri Polri dinilai dari tim penguji penguji internal Polres Ponorogo yang sudah mempunyai klasififasi mulai dari DAN II s/d DAN V  bela diri Ju - jitsu. Ujian tersebut mulai dari Penilaian antara lain meliputi teknik dasar beladiri Polri, teknik beladiri Polri tanpa alat dan teknik beladiri Polri dengan alat melawan alat dan ditambah teknik dasar lemparan serta ground. ”Materi ujian tersebut harus dikuasai dan lulus dalam penilaian tim penguji. jika tidak lulus maka tidak diusulkan kenaikan pangkatnya,” tegas Kapolres Ponorogo.





Menurut Kabag Sumda Kompol Dwi Asih Y ujian beladiri Polri bertujuan tidak hanya untuk persyaratan kenaikan pangkat, tetapi sangat bermanfaat dan berguna dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. Personel yang sedang melaksanakan UKP tidak dinaikkan pangkatnya begitu saja, selain sudah masuk waktunya, persyaratan administrasi harus lengkap, yang bersangkutan juga harus mengikuti dan melaksanakan tes atau ujian seperti penelitian personel, kesamaptaan jasmani dan ujian. ”Beladiri Polri semua berlaku bagi semua golongan pangkat, baik golongan pangkat Inspektur dan Brigadir.






 
Design by Massarr Themes | Bloggerized by Lasantha - Design arrwidjayanto@massarr