Selasa, 28 Oktober 2014

150 ribu Pendekar Rayakan Setahun Hari Jadi FKPSB



Ponorogo – Genap satu tahun sudah Forum Komunikasi Pencak Silat dan Beladiri dibentuk. Wadah forum komunikasi antar perguruan pencak silat dan beladiri di Kabupaten Ponorogo yang digagas oleh Kapolres AKBP Iwan Kurniawan dinilai sudah berkembang dan maju pesat dalam menjadi garda terdepan menyatukan seluruh perguruan pencak silat yang sebelumnya kerap terjadi gesekan. Senin malam (27/10/2014) untuk merayakan hari jadinya, FKPSB menggelar pengajian akbar dengan mendatangkan ustadz HM. Fikri Haikal putra dari almarhum Kyai kondang KH. Zainuddin MZ.
Dalam sambutannya Kapolres Ponorogo AKBP Iwan Kurniawan menyampaikan ingin membangun semangat persaudaraan di antara komunitas perguruan silat dan beladiri di Ponorogo. Tujuan FKPSB terbentuk setahun yang lalu, yaitu menciptakan kondisi aman. Semangat itu telah terbukti dengan rangkaian agenda kegiatan yang ada di Ponorogo bisa berjalan dengan tertib dan kondusif ," Demikian Kata Kapolres Ponorogo AKBP Iwan Kurniawan . masih menurut Kapolres "Forum ini dibentuk dengan semangat mencegah itu semua. Ke depan kami harap Ponorogo sukses dalam meredam konflik antarperguruan silat dan beladiri tadi,".
Tak hanya Kapolres Ponorogo, Ketua IPSI Ponorogo Rahmat Taufik juga memberikan apresiasi luar biasa dengan dibentuknya FKPSB, menuruntnya dengan jumlah pendekar yang lebih dari 150 ribu dari catatan hasil IPSI Madiun, Ponorogo memiliki jumlah pendekar terbesar di Indonesia, sehingga jumlah ini sangat rentan sekali terjadi gesekan antar perguruan silat. Namun dengan dibentuknya FKPSB ini, IPSI sangat merasa terbantu dalam menciptkan situasi wilayah Ponorogo yang aman dan kondusif, karena mengingat empat tahun lalu Ponorogo kerap kali terjadi gesekan antar perguruan silat hingga memakan korban, sehingga situasi keaman di Ponorogo menjadi tidak kondusif. Taufik juga menambahkan jika tanggung jawab yang diemban oleh banyak perguruan silat tidak lah mudah untuk menjaga eksistensi FKPSB.
Tak hanya pengajian akbar saja, dalam acara perayaan hari jadi FKPSB ini juga ditampilkan kolosal jurus IPSI dari FKPSB Kecamatan Kauman, yang mendapatkan tepuh tangan meriah dari seluruh masyarakat yang langsung hadir menyaksikan di panggung utama aloon-aloon Ponorogo. Dir Binmas Polda Jatim Kombespol Suharno yang hadir mewakili Kapolda Jatim menitip pesan agar masyarakat Ponorogo terus mampu menjaga stabilitas keamanan yang kondusif yang selama ini sudah terjaga dengan baik, dan juga mampu menjaga komunikasi antar perguruan silat sehingga kelak dapat melahirkan atlit-atlit pencak silat dari Ponorogo yang memiliki prestasi yang mengharumkan nama Kabupaten Ponorogo.
Sementara itu dalam tauziahnya Ustadz HM Haikal Fikri memesan kepada seluruh pemuda di Ponorogo untuk mampu menjaga ukhuwah kebersamaan dan pahami betul apa itu makna dan arti jihad sehingga para pemuda tidak akan salah arah.
Usai digelar acara pengajian, kemudian seluruh hadirin memanjatkan doa bersama untuk para pemimpin negara sehingga mampu menciptkan situasi dan suasana seperti yang diharapkan oleh seluruh lapisan masyarakat.  



Polres Ponorogo berhasil ungkap Curanmor kelas kakap.






Ponorogo – Polres Ponorogo  pada hari Senin 27 oktober 2014 menggelar jumpa pers dan membeber barang bukti kejahatan yang dilakukan AG alias Haris, MR dan kawan kawan ini. Menurut Kapolres Ponorogo, AKBP Iwan Kurniawan, penangkapan terjadi setelah anggota Satreskrim mencurigai gerak-gerik seorang yang laki-laki bertubuh gemuk yang lalu lalang di jalan suromenggolo dan diduga akan melakukan pencurian motor, kemudian melakukan pengejaran dan penangkapan. Pelaku pada  Saat di geledah di temukan kunci letter T yang biasa digunakan untuk kejahtan curanmor dan selanjutnya dilakukan pengembangan. Pada saat dilaksnakan press release tersangka Marsunu dan Haris  digelandang ke tahanan Polres Ponorogo, dengan kaki yang terpincang-pincang akibat dilumpuhkan dengan timah panas, karena melarikan diri saat hendak ditangkap. Dari pengembangan kasus tersebut, anggota akhirnya memburu rekan-rekan pelaku dan berhasil meringkus mereka , “ Menurut  Kapolres Ponorogo AKBP Iwan Kurniawan “  Total TKP (Tempat Kejadian Perkara) yang pernah menjadi sasaran aksi para pelaku berjumlah 51 TKP, dengan 28 TKP di Ponorogo dan 23 di luar Ponorogo. Mengingat luasnya TKP yang pernah menjadi tempat beraksi mereka, Polres Ponorogo pun terus melakukan koordinasi dengan Satreskrim satuan wilayah lain untuk pengembangan kasus ini. “Bahkan sudah ada yang datang dari wilayah lain, untuk melihat para pelakunya,” Penuturan dari Kapolres Ponorogo. Ditambahkan Kapolres, dari penangkapan ini, Polisi akhirnya juga berhasil mengungkap berbagai kasus curanmor yang selama ini terjadi di kawasan Ponorogo. “Jadi dari penangkapan ini, akhirnya terungkap pula berbagai kasus curanmor yang terjadi di Ponorogo, khususnya yang dilakukan kelompok ini,” imbuh Kapolres.
Para Tersangka , berjumlah 3 orang dengan 1 orang penadah. Semuanya berasal dari luar kota Ponorogo, yakni berasal dari wilayah Malang tepatnya desa Pakisaji, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Kedua eksekutor lapangan MR (55) dan AG alias Haris (44), dimana nama terakhir merupakan penjahat kambuhan (residivis) dari LP Malang. Satu lagi pelaku adalah SR alias Cak So (49) asal Blimbing Malang. “Untuk MR, pernah terlibat juga pencurian mobil di Ponorogo pada tahun 2004,” tandas Kapolres. Selain mengungkap para pelaku kasus pencurian, polisi juga menggelar berbagai barang bukti yang berhasil diamankan, seperti 8 buah sepeda motor dan barang bukti lain seperti kunci T serta alat-alat untuk melancarkan aksi pencurian. Polisi juga terus mengembangkan kasus ini, karena diperkirakan masih ada pelaku lain. Pada kesempatasn yang sama menurut Kasatreskrim Polres Ponorogo, AKP Hasran, saat mendampingi Kapolres, para pelaku ini akan dijerat pasal 363 tentang pencurian yang dilakukan secara bersama-sama, dengan hukuman selama-lamanya 9 tahun. Beberapa pelakunya harus dilumpuhkan dengan timah panas karena berusaha melarikan diri saat akan ditangkap.


Rabu, 22 Oktober 2014

Polsek Ponorogo amankan penyebat kotak amal diduga fiktif


Ponorogo –   Polsek Ponorogo mengamankan seorang war
ga penyebar kotak amal yang diduga fiktif setalah ditangkap warga dan sempat menjadi bulan-bulanan warga setempat . Beruntung petugas Polsek Ponorogo yang tengah patroli melihat kejadian tersebut langsung mendatangi lokasi untuk mengamankan pelaku. Selama ini warga resah dengan adanya kotak amal fiktif yang banyak ditaruh dirumah makan, apalagi alamat yayasan merupakan alamat palsu. Petugas kepolisian langsung mengamankan SH (43) warga Kuntoronadi, Magetan, Jawa Timur, ke Mapolsek Ponorogo Kota sesaat setelah ditangkap warga di sebuah rumah makan di jalan Gatut Koco, Ponorogo Kota. SH ditangkap warga saat hendak mengambil kotak amal yang diduga fiktif yang selama ini kerap meresahkan warga. Sebab alamat Yayasan Baitul Mal Fikal yang tertera di dalam kotak amal merupakan alamat palsu. Sebab, hingga kini di jalan Anjani, Ponorogo, tidak ada yayasan tersebut. Tak hanya mengamankan Sugeng Hariyanto, petugas juga mengamankan 8 kotak amal dan uang Rp 3 juta yang disimpan didalam tas. Bahkan, hingga saat ini Sugeng juga sudah menempatkan 200 kotak amal yang tersebar di 200 kios dan rumah makan di ponorogo dan diambil satu bulan sekali. Tak jarang dalam satu kotak amal yang diduga fiktif berisi uang hingga Rp 1 juta. Penangkapan pelaku peyebaran kotak amal yang diduga fiktif ini berawal dari keresahan keresahan warga jalan Anjani, Ponorogo yang dijadikan alamat palsu didalam kotak amal yang diduga fiktif. Hingga kini polisi masih meminta keterangan dan mengumpulkan data terkait kejelasan yayasan yang memberikan alamat palsu dan membuat resah warga. (raden/reog.tv/dic)

 
Design by Massarr Themes | Bloggerized by Lasantha - Design Massarr | cheap international calls