| Penuh Lebam : Kapolres AKBP Yuda Gustawan saat olah TKP |
Ponorogo – Kasus tewasnya Parini, 40, akibat dianaiaya oleh Joko Subagio, 35, di lokasi warung kopi di Pasar Danyang selasa sore (2/4) kemarin, diduga lantaran adanya persaingan bisnis diantara keduanya. Joko dan Parini dikenal warga sebagai induk semang alias germo di deretan warung tempat mangkal PSK (Pekerja Seks Komersial) yang ada di Pasar Danyang. Beberapa warga yang sering mengunjungi warung di Pasar Danyang mengungkapkan jika “Mbah Wo”sebutan warga kepada Joko, memang sudah lama sekali berseteru dengan Parini. Menurut pengakuan dari Joko dirinya pernah didamaikan dengan Parini, bahkan difasilitasi oleh Polsek Sukorejo, namun karena dendam yang tak bisa hilang rasa benci tersebut muncul lagi ketika Joko melihat Parini melintas didepan warung miliknya pada selasa sore pukul 16.00 Wib. Tanpa berpikir panjang Joko yang masih dibawah pengaruh miras langsung mendatangi Parini kemudian mencekiknya, belum puas dengan hanya mencekik Joko lantas menghujani bogem mentahnya ke wajah korban hingga bagian belakang kepala Parini benjol dan mulutnya berdarah, melihat kondisi Parini yang sudah terkapar, Joko yang sudah dirasuki pikirian setan justru tak merasa iba, dirinya malah menginjak-injak Parini hingga kondisinya sudah tidak bernyawa. Sampai saat ini proses penyidikan dan pendalaman kasus, masih terus dilakukan oleh penyidik Satuan Reskrim Polres Ponorogo. Sampai berita ini diturunkan polisi masih memeriksa para pemilik warung yang ada di Pasar Danyang, dan beberapa teman pelaku saat sedang asyik mabuk miras saat kejadian di warung Pasar Danyang.
10.14
PPID POLRES PONOROGO








