Sabtu, 19 April 2014

Polres Ponorogo melaksanakan Apel Kesiapan Pengamanan Rapat Pleno di KPUD



Ponorogo – Polres Ponorogo pada Hari Sabtu (19/04/2014)Melaksanakan Apel Pengamanan  Dalam rangka mengamankan rekapitulasi dan rapat pleno KPU di gedung bakti Kabupaten Ponorogo . Polres Ponorogo melaksanakan Apel Pengamanan pada pukul 08.00 Wib yang langsung dipimpin oleh Kapolres Ponorogo AKPB Iwan Kurniawan., S.I.K, M.Si di Halaman Polres Ponorogo dengan melibatkan sekitar 287 Personil Polres Ponorogo berserta dengan jajaranya dengan pola pengamanan di bagi dalan tiga ring yaitu, Ring 1 mengamankan di dalam Gedung Bakti terdiri dari anggota Sat Reskrim, Sat  Intelkam dan Narkoba kemudian Ring 2 Di Halaman Gedung Bakti terdiri dari Anggota Dalmas Inti dan Rangka, Sat Sabhara dan dari Unit Raimas (Pengurai Masa) yang stand Bay di halaman Gedung bakti dan selanjutnya adalah Ring 3 Melibatkan Anggota Sat Lantas yang melakukan pengaturan di Jalan serta keluar masuk kendaraan dari dan ke Gedung Bakti. Dalam Sambutannya Kapolres Ponorogo menekankan netralitas dan Profesionalisme pada saat mengamankan kegiatan Pesta Demokrasi tersebut.

Tersangka Bandar yang sudah lama menjadi DPO akhirnya tertangkap




PonorogoPolres Ponorogo Akhirnya  berhasil menangkap sesorang diduga bandar judi gede togel (toto gelap) di Ponorogo, pada hari Rabu (16/4/2014),  sekitar pukul 11.30 Wib di sebuah rumah kost di kawasan jalan Baru, Jl. Suromenggolo Ponorogo. Setelah cukup lama masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) DHR (45) alias DN, akhirnya berhasil dibekuk petugas Kepolisian Resort Ponorogo. Dalam jumpa pers yang digelar Polres Ponorogo, Kamis (17/4/2014). Kapolres Ponorogo, AKBP Iwan Kurniawan., S.I.K, M.Si, mengatakan, tersangka memang sudah cukup lama menjadi DPO Kepolisian di jajaran yang dipimpinnya, dan pada Rabu kemarin berhasil diringkus di rumah Kos ketika sedang duduk santai.
Tersangka yang telah menjadi DPO tersebut berhasil diringkus di sebuah rumah kos karena berdasarkan informasi warga sekitar Jalan Baru Suromenggolo yang masuk dalam kawasan kelurahan Bangunsari, Ponorogo. Menurut Kapolres AKBP Iwan Kurniawa., S.I.K, M.Si, tersangka yang warga Jl. Cempaka, desa Gupolo, Babadan, Ponorogo ini diduga dikenal sebagai bandar gede judi togel di wilayah Ponorogo. “Dan, berdasar informasi dari warga, anggota meluncur dan berhasil melakukan penangkapan terhadap tersangka sekitar pukul 11.30 wib (Rabu),” kata Kapolres.
Dalam penangkapan ini dilakukan oleh Sat Sabhara Polres Ponorog yang dipimpin Oleh IPTU Sigit dan dibantu Oleh IPDA Yudi tersebut, juga mengamankan beberapa barang bukti berupa Handphone Nokia dan beberapa barang bukti lainnya, yang didapat dari tesangka yang sudah tertangkap sebelumnya. Setelah 3 tahun dinyatakan sebagai buronan, yang menarik dan telah masuk menjadi DPO . Tersangka akan di jerat dengan pasal 303 KUHP tentang perjudian. (Reog.TV)

Rabu, 09 April 2014

Polisi dan Rumah Sakit Terduga Asal Limbah Medis Cek ke TPST, Temukan Lebih Banyak Label



PONOROGO - Penyelidikan pembuangan limbah medis ke Tempat
Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) 3R Tonatan terus dilakukan. Setelah
memintai keterangan direktur yang terindikasi sebagai asal limbah
medis, polisi bersama personel rumah sakit tersebut melakukan
pengecekan di TPST 3R Tonatan.

Kanit Reskrim Polsek Kota Ponorogo Ipda Nanang Budianto menyatakan,
pihaknya sudah bisa meminta keterangan dari Direktur Utama Rumah Sakit
Umum Aisyiyah yang beralamatkan di Jalan Dr Sutomo Ponorogo, Rini
Krisnawati, Senin (07/04/2014) . Pemanggilan ini terkait indikasi asal
limbah medis yang mengarah pada RSU Aisyiyah.

"Tadi pagi sudah memenuhi undangan kami. Lalu sudah kami mintai
keterangan. Sementara, yang bersangkutan mengaku tidak tahu-menahu
soal bocornya limbah medis yang ada label dan etiket bertuliskan RSU
Aisyiyah jalan Dr Sutomo (di Ponorogo terdapat dua RSU Aisyiyah, di
Jalan Dr Sutomo dan Jalan Diponegoro)," ungkap Ipda Nanang.

Dikatakan Ipda Nanang, Direktur RSU Aisyiyah tersebut menyatakan telah
memiliki prosedur standar operasional atau Standard Operational
Procedure (SOP) soal pengelolaan limbah medis. Di antaranya dengan
memusnahkannya di insenerator milik RSUD dr Harjono sebagai
satu-satunya insenerator limbah medis yang memenuhi syarat.

"Bu Direktur juga heran, kok sampai ada yang bocor ke TPST 3R Tonatan.
Kita akan kroscek data. Dari yang diterima ke RSUD dan yang dibawa
oleh ekspedisi (RSU Aisyiyah) ke RSUD," ujarnya.

Sementara itu, Ipda Nanang bersama Wakil Direktur RSU Aisyiyah, Wegig,
mendatangi TPST 3R Tonatan, Senin (07/04/2014) siang. Mereka melakukan
pengecekan bersama untuk memastikan jenis dan asal limbah medis yang
beberapa waktu terakhir disimpan oleh pengelola tempat sampah.

Bersama-sama mereka melakukan pembongkaran plastik demi plastik limbah
medis yang ditemukan. Berbeda dengan pengecekan oleh petugas Dinkes
maupun petugas Kantor Lingkungan Hidup sebelumnya, kali ini mereka
menemukan lebih banyak label dan etiket RSU Aisyiyah. Etiket ini
lengkap dengan nama pasien dan tanggal pemakaian.

Ada pula gelang identitas berwarna merah jambu dan biru bertuliskan
nama pasien. Selain ribuan ampul dan jarum suntik bekas, infus dan set
infus serta kateter bekas berisi urin warna merah, pada pengecekan
juga ditemukan tabung-tabung kecil tempat sampel darah. Pada botol
sampel darah ini juga ditemukan identitas pasien dan masih berisi
darah yang belum kering alias masih cair.

Ada pula kaca preparat mikroskop yang biasa dipakai di laboratorium
untuk memeriksa darah pasien. Petugas juga menemukan salah satu botol
utuh berisi cairan pengencer obat injeksi.

Dari pembongkaran yang dilakukan sekitar 30 menit tersebut tidak ada
identitas rumah sakit lain yang ditemukan. Semua mengarah pada RSU
Aisyiyah Ponorogo. "Kami mencoba memastikan asal limbah medis. Selama
ini indikasinya dari pihak RSU Aisyiyah (Jalan) Dr Sutomo. Sekarang
sudah terlihat. Dari pihak RSU Aisyiyah juga sudah melihat sendiri,"
ujar Ipda Nanang.

Ipda Nanang menyatakan pihaknya tetap akan melakukan upaya
penyelidikan meski ia belum bisa menyimpulkan pelaku pembuangan
limbah-limbah medis tersebut.
"Kami tetap lidik, sampai saat ini tidak tahu yang membuang, ini jadi
PR. Bagaimanapun kami tetap lanjutkan menangani kasus ini sampai
ketemu siapa pelakunya," katanya.

Sementara itu Wakil Direktur RSU Aisyiyah, Wegig enggan berkomentar
banyak soal temuan saat pengecekan bersama tersebut. Namun ia sempat
berkali-kali menyebut semua obat dan ampul serta infus yang dilihat
adalah perlengkapan medis yang bisa dipakai oleh rumah sakit atau
fasilitas layanan kesehatan manapun.

Hanya saja ia tidak bersedia menjawab soal keberadaan etiket RSU
Aisyiyah. "Saya belum bisa berkomentar. Nanti ada bagian tersendiri
yang menangani. Saya serahkan ke polisi saja. Langsung saja ke dirut
ya," ungkapnya

 
Design by Massarr Themes | Bloggerized by Lasantha - Design Massarr | cheap international calls