Senin, 02 Juni 2014

Polres Ponorogo terus brantas perjudian



Ponorogo – Polsek Ngebel pada Hari minggu tanggal 31 mei 2014 sekitar pukul 00.30 wib berhasil membubarkan perjudian sekaligus mengamankan tersangka dan barang bukti perjudian tersebut . Kejadian tersebut berawal pada saat anggota Polsek Ngebel yang langsung dipimpin oleh Kapolsek Ngebel AKP Supardi Patroli rutin secara tidak sengaja ada masyarakat yang lewat bersimpangan dengan mobil patroli kemudian  menginformasikan kepada Anggota yang sedang Patroli tersebut kalau ada perjudian di dukuh ngelo desa nggondowido di salah satu rumah warga. Berbekal iformasi dari masyarakat tersebut kemudian anggota Polri yang sedang melaksnakan Patroli tersebut meluncur ke dukuh ngelo untuk melakukan pengecekan. Dari hasil pengecekan tersebut ternyata ditemukan sekumpulan orang yang sedang bermain judi mengetahui hal tersebut petugas langsung melakukan penangkapan terhadap 3 tersangka –An. B Al. Gunorejo 49 th, Dukuh Ngelo Rt 02/03 kecamatan Ngebel, Y Al. Rebo 43 th  Dukuh Ngelo Rt 02/03 kecamatan Ngebel dan K Al. Tarmin 50 th Dukuh Ngelo Rt 02/03 kecamatan Ngebeldan berhasil mengaman barang bukti satu set kartu remi, Polpen dan satu kertas yang berisi catatan perolehan  angka. Menurut Kapolsek Ngebel AKP Supardi sesuai dengan perintah langsung dari Kapolres Ponorogo AKBP Iwan Kurniawan bahwa  Seluruh Jajaran Polres Ponorogo  terus menerus akan membrantas segala bentuk perjudian dan segala bentuk penyakit masyarakat.

Sabtu, 19 April 2014

Polres Ponorogo melaksanakan Apel Kesiapan Pengamanan Rapat Pleno di KPUD



Ponorogo – Polres Ponorogo pada Hari Sabtu (19/04/2014)Melaksanakan Apel Pengamanan  Dalam rangka mengamankan rekapitulasi dan rapat pleno KPU di gedung bakti Kabupaten Ponorogo . Polres Ponorogo melaksanakan Apel Pengamanan pada pukul 08.00 Wib yang langsung dipimpin oleh Kapolres Ponorogo AKPB Iwan Kurniawan., S.I.K, M.Si di Halaman Polres Ponorogo dengan melibatkan sekitar 287 Personil Polres Ponorogo berserta dengan jajaranya dengan pola pengamanan di bagi dalan tiga ring yaitu, Ring 1 mengamankan di dalam Gedung Bakti terdiri dari anggota Sat Reskrim, Sat  Intelkam dan Narkoba kemudian Ring 2 Di Halaman Gedung Bakti terdiri dari Anggota Dalmas Inti dan Rangka, Sat Sabhara dan dari Unit Raimas (Pengurai Masa) yang stand Bay di halaman Gedung bakti dan selanjutnya adalah Ring 3 Melibatkan Anggota Sat Lantas yang melakukan pengaturan di Jalan serta keluar masuk kendaraan dari dan ke Gedung Bakti. Dalam Sambutannya Kapolres Ponorogo menekankan netralitas dan Profesionalisme pada saat mengamankan kegiatan Pesta Demokrasi tersebut.

Tersangka Bandar yang sudah lama menjadi DPO akhirnya tertangkap




PonorogoPolres Ponorogo Akhirnya  berhasil menangkap sesorang diduga bandar judi gede togel (toto gelap) di Ponorogo, pada hari Rabu (16/4/2014),  sekitar pukul 11.30 Wib di sebuah rumah kost di kawasan jalan Baru, Jl. Suromenggolo Ponorogo. Setelah cukup lama masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) DHR (45) alias DN, akhirnya berhasil dibekuk petugas Kepolisian Resort Ponorogo. Dalam jumpa pers yang digelar Polres Ponorogo, Kamis (17/4/2014). Kapolres Ponorogo, AKBP Iwan Kurniawan., S.I.K, M.Si, mengatakan, tersangka memang sudah cukup lama menjadi DPO Kepolisian di jajaran yang dipimpinnya, dan pada Rabu kemarin berhasil diringkus di rumah Kos ketika sedang duduk santai.
Tersangka yang telah menjadi DPO tersebut berhasil diringkus di sebuah rumah kos karena berdasarkan informasi warga sekitar Jalan Baru Suromenggolo yang masuk dalam kawasan kelurahan Bangunsari, Ponorogo. Menurut Kapolres AKBP Iwan Kurniawa., S.I.K, M.Si, tersangka yang warga Jl. Cempaka, desa Gupolo, Babadan, Ponorogo ini diduga dikenal sebagai bandar gede judi togel di wilayah Ponorogo. “Dan, berdasar informasi dari warga, anggota meluncur dan berhasil melakukan penangkapan terhadap tersangka sekitar pukul 11.30 wib (Rabu),” kata Kapolres.
Dalam penangkapan ini dilakukan oleh Sat Sabhara Polres Ponorog yang dipimpin Oleh IPTU Sigit dan dibantu Oleh IPDA Yudi tersebut, juga mengamankan beberapa barang bukti berupa Handphone Nokia dan beberapa barang bukti lainnya, yang didapat dari tesangka yang sudah tertangkap sebelumnya. Setelah 3 tahun dinyatakan sebagai buronan, yang menarik dan telah masuk menjadi DPO . Tersangka akan di jerat dengan pasal 303 KUHP tentang perjudian. (Reog.TV)

 
Design by Massarr Themes | Bloggerized by Lasantha - Design Massarr | cheap international calls